• Gerai Starbucks Gulung Tikar di Belanda dan Inggris

    Gerai Starbucks Gulung Tikar di Belanda dan Inggris

    Gerai peritel minuman kelas wahid, Starbucks, kembali gulung tikar, terseret derasnya arus kelesuan ritel.

    Jika sebelumnya Starbucks menutup sejumlah gerai Teavana di Amerika Serikat, kini Starbucks mesti merelakan gerainya di Inggris tumbang.

    Sebagaimana diwartakan The Star, Rabu (21/2/2018), lokasi gerai Starbucks yang tutup itu terletak di stasiun kereta Sheffield, Inggris.

    Meskipun berada di kawasan yang ramai dikunjungi komuter setiap harinya, gerai tersebut akhirnya menyerah oleh temaramnya ritel.

    Mulai kini, tak akan ada lagi pemandangan komuter menunggu datangnya kereta sambil membeli kopi Starbucks. Tak ada lagi kerumunan orang bersantai dan bersenda gurau di sana.

    Semuanya tinggal kenangan. Starbucks telah mengakhiri perjalanan bisnisnya di stasiun kereta Sheffield.

    Pemandangan yang tersisa saat ini hanyalah hamparan lapak kosong ditutup terpal bening. Di dalamnya, masih ada sejumlah meja dan bangku yang ditumpuk. Ada pula tangga tergeletak di dalam gerai Starbucks yang gulung tikar itu. Kulkas display pun kosong.

    Proses pembersihan tengah berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

    Terkait tumbangnya gerai di stasiun kereta Sheffield, pihak Starbucks angkat bicara. “Cabang tersebut sudah tutup permanen. Kami memohon maaf atas segala kekecewaan yang muncul,” demikian pernyataan resmi Starbucks.

    Situasi sulit

    Untuk diketahui, belakangan ini Starbucks memang tengah menghadapi kenyataan getir.

    Data statistik terbaru mengonfirmasi melambatnya pertumbuhan bisnis Starbucks. Penjualan Starbucks per akhir 2017 hanya bertumbuh dua persen, masih di bawah ekspektasi sejumlah analis.

    Selan itu, saham Starbucks (SBUX) juga sempat melorot hampir enam persen imbas pengumuman turunnya pertumbuhan tahunan gerai kopi tersebut.

    Sejumlah pengamat di Negeri Paman Sam memprediksi, pelanggan diperkirakan mulai jenuh dengan sajian menu yang disajikan Starbucks.

    Persaingan bisnis minuman juga semakin ketat, sejumlah gerai mampu menjual kopi dan minuman lainnya dengan harga lebih rendah dari Starbucks.

    Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Kevin Johnson pun punya alasan tertentu terkait lesunya penjualan Starbucks.

    Menurut Kevin, melambatnya bisnis Starbucks tidak lepas dari kurang suksesnya penjualan suvenir akhir tahun dan penawaran spesial yang tak mampu menarik minat pelanggan.

    Masalah lain yang dipandang sebagai penyebab temaramnya penjualan adalah ketidakmampuan Starbucks untuk menarik pelanggan baru.

0 komentar:

Posting Komentar