• Akibat Alergi Susu Sapi Pada Bayi

    Akibat Alergi Susu Sapi Pada Bayi

    Susu merupaan suatu cairan putih yang mengandung zat gizi bagi tubuh. Beberapa zat gizi yang berada di dalamnya akan sangat membantu dalam proses pertumbuhan seseorang. Ada berbagai macam jeis susu. Salah satu susu yang sering dikonsumsi oleh masyarakat dan memiliki rasa yang enak adalah susu sapi. Susu sapi berasal dari hewan sapi. Susu ini biasanya diolah menjadi berbagai olahan. Seperti susu bubuk, keju, es krim, dan lain sebagainya. Beberapa olahan tersebut ada yang bisa dikonsumsi langsung namun ada juga yang harus mengalami proses pengolahan kembali untuk bisa dikonsumsi dengan aman oleh semua orang. Berbagai macam nutrisi yang terkandung di dalam susu adalah protein, vitamin, mineral, fosfor, magnesium, dan lain sebagainya. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan ketika akan mengkonsumsi susu sapi. Yang bisa sangat dilihat dengan jelas adalah warna, bau, dan rasa. Beberapa kali orang tidak memperhatikan kualitas yang ia minum. Sehingga malah akan menimbulkan hal yang sangat buruk bagi tubuh. Dan bisa juga membahayakan tubuh. Apabila memang membeli produk olahan susu yang sudah berbentuk kemasan, disarankan untuk  memperhatikan tanggal kadaluarsa agar tetap aman ketika dikonsumsi.  Meskipun susu sapi mengandung banyak nutrisi bagi tubuh, tetapi tidak semua tubuh seseorang bisa menerima susu tersebut dengan baik. Ada beberapa dari mengkonsumsi susu sapi jika memang orang itu sebelumnya sudah memiliki riwayat alergi. Ternyata, orang yang mengalami alergi susu sapi paling banyak adalah seorang bayi.

    Nah, kali ini akan membahas tentang akibat alergi susu sapi yang dialami oleh bayi. Namun, sebelum itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan bayi bisa mengalami alergi susu sapi. Seperti yang kita ketahui bersama, bayi tentu masih memiliki sistem kekebalan tubuh dan sistem imun yang sangat rentan. Sehingga, apapun yang masuk ke dalam tubuh bayi harus sangatlah diperhatikan. Apa yang dianggap aman bagi bayi belum tentu tubuhnya akan menerima dengan sangat baik. Biasanya alegi susu sapi terjadi apabila sistem imun bayi menganggap bahwa protein susu yang berada pada susu sapi berbahaya untuk tubuhnya. Bahkan dianggap sebagai zat yang cukup berbahaya. Ketika sistem imun tubuh bayi menganggap itu hal yang berbahaya, secara otomatis akan dilakukan perlawanan. Perlawanan inilah yang bisa menimbulkan beberapa gejala alergi. Sebenarnya, ini hal yang cukup wajar jika bayi menolak protein susu sapi. Karena seharusnya bayi mendapatkan asi dari ibunya. Asi dari ibunya mengandung zat yang sangat baik bagi tubuh bayi. Karena beberapa alasan, memang banyak bayi yang harus berhenti minum susu ASI kemudian beralih ke susu sapi. Perlindungan yang berada pada susu sapi tidak sebaik ASI untuk bayi yang masih sangat rentan terkena beberapa serangan penyakit.  Maka, anda perlu mengenali beberapa gejala alergi. Apa tujuannya? Agar bisa langsung mengganti susu sapi dengan yang lain. Karena jika masih tetap dipaksakan padahal sudah timbul gejala alergi akan cukup berbahaya untuk bayi.

    Jika diremehkan, akibat alergi susu sapi bisa berkelanjutan menjadi lebih parah lagi. Oleh karena itu, perlu mengenali beberapa gejalanya agar bisa bertindak cepat. Gejala yang pertama dan biasa terjadi pada alergi yang lainnya bisa dilihat pada kulitnya. Kulit kan terasa gatal dan memerah, seringkli juga menimbulkan bintik merah bentuk dari reaaksi alergi. Reaksi ini tergolong reaksi jangka pendek. Karena ketika bayi mengkonsumsi susu sapi gejala ini akan langsung timbul dalam waktu yang singkat. Jadi tidk menunggu lama. Sebenarnya, ada sisi positif dari timbulnya gejala alergi tersebut. Keuntungnnya adalahh bisa mendeteksi dini bahwa anak tersebut memiliki alergi terhadap susu sapi. Karena jika terlembat mengetahuinya dan terus diberikan susu sapi akan berakibat buruk bagi tubuh dan juga menghambat proses pertumbuhannya berjalan dengan baik. Memang tubuhnya akan melakukan penyerangan, tetapi semakin lama penyerangan akan semakin lemah. Jadi lebih baik menghindari daripada harus mengalami kondisi yang semakin buruk. Gejala yang kedua ini sering disebut dengan reaksi kronis. Beberapa contoh dari reaksi ini adalah asma dan gangguan saluran cerna lainnya.  Reaksi inilah yang seringkali membuat para orangtua merasa panik. Karena tidak terlalu menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki alergi susu sapi. Maka para orang tua harus memiliki kualitas pengetahuan yang baik agar mengetahui bahwa gejala dari alergi susu sapi tidak hanya timbul bintik merah pada kulit saja. Tetapi ada juga beberapa gejala yang lainnya. Lalu, apa solusi untuk anak dan alergi terhadap susu sapi beserta olahannya? Akan lebih baik mengganti dengan susu jenis yang lain. Salah satu jenis susu yang disarankan adalah susu kedelai. Karena kandungannya cukup baik untuk tubuh. 

0 komentar:

Posting Komentar