Blackberry Android Terbaru dengan Dual Kamera Tersembuyi

Blackberry Android Terbaru dengan Dual Kamera Tersembuyi

Semenjak beralih ke platform Android, BlackBerry terus menelurkan ponsel baru. Perangkat mendatang dari pabrikan asal Kanada itu agaknya bakal memiliki kamera dengan desain baru.

Hal tersebut diketahui dari sebuah hak paten kamera ponsel yang baru-baru ini diberikan ke BlackBerry oleh World Intellectual Patent Organization.

Ilustrasi di dalam paten menggambarkan perangkat Android dengan papan ketik QWERTY model slider mirip perangkat BlackBerry Priv.

Bedanya, apabila Priv menempatkan modul kamera dan lensa di unit keyboard slider yang terpisah dari badan utama ponsel, kamera di paten baru BlackBerry ini tersemat langsung di bodi perangkat.

Bagian keyboard slider tampak turut memiliki lensa sekunder yang tersembunyi. Di sinilah letak keunikan kamera dalam paten BlackBerry, sebagaimana dirangkum GizmoChina, Senin (19/2/2018).

Saat keyboard dalam keadaan tertutup, lensa sekunder tadi akan berada di atas modul kamera dalam posisi bertumpuk sehingga berfungsi layaknya lensa tambahan.

Cara kerjanya mirip dengan aksesori lensa wide dan tele clip-on yang ditempelkan di punggung dan banyak tersedia untuk ponsel populer seperti iPhone.

Begitu keyboard dibuka, lensa sekunder tadi tidak lagi berada di atas modul kamera sehingga perspektif kamera pun akan menjadi sesuai aslinya.

Lensa sekunder tadi bisa saja merupakan jenis wide-angle, fish-eye, telephoto, atau macro. Dengan demikian, pengguna kamera BlackBerry tersebut bisa memilih perspektif berbeda dengan membuka-tutup keyboard.

Selain itu, BlackBerry diketahui ikut mematenkan nama “Uni”. Boleh jadi inilah sebutan sang ponsel berlensa ganda nanti.

Gerai Starbucks Gulung Tikar di Belanda dan Inggris

Gerai Starbucks Gulung Tikar di Belanda dan Inggris

Gerai peritel minuman kelas wahid, Starbucks, kembali gulung tikar, terseret derasnya arus kelesuan ritel.

Jika sebelumnya Starbucks menutup sejumlah gerai Teavana di Amerika Serikat, kini Starbucks mesti merelakan gerainya di Inggris tumbang.

Sebagaimana diwartakan The Star, Rabu (21/2/2018), lokasi gerai Starbucks yang tutup itu terletak di stasiun kereta Sheffield, Inggris.

Meskipun berada di kawasan yang ramai dikunjungi komuter setiap harinya, gerai tersebut akhirnya menyerah oleh temaramnya ritel.

Mulai kini, tak akan ada lagi pemandangan komuter menunggu datangnya kereta sambil membeli kopi Starbucks. Tak ada lagi kerumunan orang bersantai dan bersenda gurau di sana.

Semuanya tinggal kenangan. Starbucks telah mengakhiri perjalanan bisnisnya di stasiun kereta Sheffield.

Pemandangan yang tersisa saat ini hanyalah hamparan lapak kosong ditutup terpal bening. Di dalamnya, masih ada sejumlah meja dan bangku yang ditumpuk. Ada pula tangga tergeletak di dalam gerai Starbucks yang gulung tikar itu. Kulkas display pun kosong.

Proses pembersihan tengah berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

Terkait tumbangnya gerai di stasiun kereta Sheffield, pihak Starbucks angkat bicara. “Cabang tersebut sudah tutup permanen. Kami memohon maaf atas segala kekecewaan yang muncul,” demikian pernyataan resmi Starbucks.

Situasi sulit

Untuk diketahui, belakangan ini Starbucks memang tengah menghadapi kenyataan getir.

Data statistik terbaru mengonfirmasi melambatnya pertumbuhan bisnis Starbucks. Penjualan Starbucks per akhir 2017 hanya bertumbuh dua persen, masih di bawah ekspektasi sejumlah analis.

Selan itu, saham Starbucks (SBUX) juga sempat melorot hampir enam persen imbas pengumuman turunnya pertumbuhan tahunan gerai kopi tersebut.

Sejumlah pengamat di Negeri Paman Sam memprediksi, pelanggan diperkirakan mulai jenuh dengan sajian menu yang disajikan Starbucks.

Persaingan bisnis minuman juga semakin ketat, sejumlah gerai mampu menjual kopi dan minuman lainnya dengan harga lebih rendah dari Starbucks.

Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Kevin Johnson pun punya alasan tertentu terkait lesunya penjualan Starbucks.

Menurut Kevin, melambatnya bisnis Starbucks tidak lepas dari kurang suksesnya penjualan suvenir akhir tahun dan penawaran spesial yang tak mampu menarik minat pelanggan.

Masalah lain yang dipandang sebagai penyebab temaramnya penjualan adalah ketidakmampuan Starbucks untuk menarik pelanggan baru.

Bisnis Transportasi Online Terbaru dari Sony

Bisnis Transportasi Online Terbaru dari Sony

Raksasa teknologi Jepang Sony Corp menyatakan bakal menjadi perusahaan besar yang memosisikan diri dalam pasar transportasi onlina (daring) Jepang.

Sony akan membentuk perusahaan patungan guna mengembangkan sistem transportasi online berbasis kecerdasan buatan.

Mengutip Reuters, Rabu (21/2/2018), kemitraan ini adalah yang teranyar di anrara perusahaan taksi domestik dan perusahaan teknologi.

Pasar transportasi daring Jepang dianggap sebagai pasar yang menjanjikan, namun aturan menghambatnya untuk berkembang.

Di Negeri Sakura tersebut, pengemudi non-profesional dilarang menawarkan layanan taksi atas alasan keamanan. Selain itu, perusahaan transportasi daring hanya memiliki layanan terbatas yang serupa dengan armada taksi yang sudah ada.

Sony berencana membangun platform transportasi daring berbasis kecerdasan buatan bersama Daiwa Motor Transportation Co Ltd dan 5 perusahaan taksi lokal lainnya.

Adapun bulan ini, SoftBank Group Corp dan perusahaan penyedia layanan transportasi daring asal China Didi Chuxing menyatakan bakal membentuk perusahaan patungan untuk menyediakan layanan serupa.

SoftBank adalah investor pada sejumlah perusahaan transportasi daring di seluruh dunia termasuk Didi. Pada Januari 2018 lalu, SoftBank juga menjadi pemegang saham terbesar Uber Technologies Inc.

Didi dan perusahaan taksi Daiichi Koutsu Sangyo Co Ltd berencana menciptakan layanan taksi daring kepada pengunjung dari China. Daiichi juga menyatakan tengah melakukan pembicaraan dengan Uber.

CEO Uber Dara Khosrowshahi pun menuturkan kepada investor di Jepang bahwa Uber harus mengubah pola bisnisnya di Jepang.

"Jelas bagi saya bahwa kami harus bermitra dan khusususnya bermitra dengan industri taksi," ungkap dia.