Menarik di Kunjungi 20 Negara Paling Sering jadi Tempat Syuting Film

Menarik di Kunjungi 20 Negara Paling Sering jadi Tempat Syuting Film

Lokasi sebagai latar syuting memiliki peran penting dalam sebuah film. Dari lokasi tersebut, sebuah cerita terbangun dan menambah kuat kesan penonton terhadap film. Di film-film Hollywood, nyataya ada beberapa lokasi syuting langganan. Sampai ada satu lokasi yang menjadi latar ratusan judul film.

Situs pembanding Go Compare, menganalisa data dari lokasi syuting yang terangkum dalam situs IMDb (Internet Movie Database). Tercatat ada 20 negara yang paling sering menjadi lokasi syuting film. Tentunya ada banyak faktor yang membuat suatu negara jadi langganan syuting film, seperti soal bujet dan juga kemudahan perizinan.

Berikut adalah 20 negara yang paling sering menjadi lokasi syuting film di dunia:

1. Amerika Serikat 139.506 film and acara televisi

2. Inggris 25.768 film and acara televisi

3. Kanada, 21.088 film and acara televisi

4. Jerman, 12.567 film and acara televisi

5. Perancis, 10.338 film and acara televisi

6. Spanyol, 10.333 film and acara televisi

7. Meksiko, 9.053 film and acara televisi

8. Australia, 8.860 film and acara televisi

9. Italia, 8.004 film and acara televisi

10. India, 5.944 film and acara televisi

11. Argentina, 4.023 film and acara televisi

12. Jepang, 3.804 film and acara televisi

13. Brasil, 3.731 film and acara televisi

14. Belanda, 3.228 film and acara televisi

15. China, 3.156 film and acara televisi

16. Swedia, 2.860 film and acara televisi

17. Irlandia, 2.527 film and acara televisi

18. Rusia, 2.398 film and acara televisi

19. Portugal, 2.307 film and acara televisi

20. Austria, 2.292 film and acara televisi

Tips agar Tidak Tertipu saat Beli Batik Tulis

Tips agar Tidak Tertipu saat Beli Batik Tulis

Batik menjadi kain tradisional yang digemari banyak orang. Tak sedikit yang rela mengeluarkan kocek lebih untuk membeli batik tulis yang langka dan cantik.

Tapi, hati-hati. Jika tak pandai membedakan batik yang memang buatan tangan, kita justru bisa kena tipu.

Pendiri Galeri Buana Alit, Dwita Herman mengatakan beberapa pedagang kerap menggunakan teknik cetak pada kain yang berkualitas. Sehingga akan sulit dibedakan apakah batik tersebut cetak atau tulis.

"Hati-hati kalau beli. Ada batik yang biasanya kita pakai untuk daster saja. Kadang beli batik print dengan harga mahal. Tapi kadang cuttingnya bagus (jadi tak batik print)," ujar Dwita di di Galeri Buana Alit, Jalan Moh. Kahfi 1, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan, saat ini batik-batik cetak sudah sangat bagus karena dilengkapi mesin cetak yng sudah canggih.

Namun, Dwita menjelaskan beberapa hal yang bisa membedakan antara batik tulis dsn cetak.
Pertama, batik tulis memiliki pinggiran dengan gerigi-gerigi. Sedangkan batik cetak akan langsung terputus polanya, bahkan ada yang meleset.

Terkadang, batik cetak akan tetap kelihatan kain katunnya jika dibalik sebab pewarnaannya tidak tembus kain. Sedangkan pewarnaan batik tulis akan tembus.

Dwita juga menyarankan agar para pecinta batik berhati-hati saat hendak membeli sablon malam. Sebab, mereka menggunakan plangkan 'malam' hanya untuk membentuk motif batik.

"Hati-hati misalnya dengan batik Pekalongan, dengan batik plangkan dan mereka bilang batik tulis," tuturnya.

Kemudian contoh lainnya adalah pada batik cat yang kadang masih terlihat kotak-kotak cetakan capnya jika kain dilebarkan.

"Cat kadang kalau dilebarkan kainnya seperti kotak-kotak yang berulang," kata Dwita.