Senin, 15 Juni 2020

Penglihatannya Sudah Tidak jelas, Abah Sidin Tetap Semangat Mencari Nafkah

Penglihatannya Sudah Tidak jelas, Abah Sidin Tetap Semangat Mencari Nafkah

Bagi mereka yang masih bermalas-malasan bekerja, sudah seharusnya malu pada salah satu sosok lelaki yang satu ini. Abah Sidin merupakan salah satu pejuang nafkah yang berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan. Konon, ia memiliki penglihatan yang kurang jelas sehingga membuatnya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, karena ia memiliki keahlian memijat, maka ia memutuskan untuk menjadi seorang pijat keliling.

Siapa sosok Abah Sidin?

Abah Sidin merupakan salah satu contoh sosok lelaki pekerja keras yang patut untuk dicontoh. Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, ia tetap giat untuk mencari nafkah dengan menjadi seorang tukang pijat. Ia memilih profesi tersebut tentu saja agar ia tidak meminta-minta seperti kebanyakan orang yang malas mencari rezeki. Ia tetap bersyukur dengan pekerjaan yang ia lakukan. Selagi halal, maka tidak ada masalah baginya.

Untuk mencari pelanggan, Abah Sidin tidak mendirikan suatu jompo atau ruangan khusus. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan biaya sehingga ia tidak mampu untuk mendirikan panti pijat. Abah Sidin lantas hanya bisa duduk di pinggir jalan dengan sebuah spanduk yang digantung di lehernya bertuliskan ‘Terima pijat urut’. Jika ada pelanggan yang menginginkan jasanya, maka Abah Sidin akan pergi ke rumah pelanggan tersebut untuk melakukan pemijatan. Abah Sidin biasanya memberikan tarif seikhlasnya pada para pelanggannya.

Dengan keterbatasan yang dimilikinya, Abah Sidin tidak ingin menjadi malas seperti kebanyakan orang pada umumnya. Meskipun ia adalah penyandang tuna netra, semangatnya dalam mencari nafkah patut diacungi jempol. Ia tidak ingin mengeluh karena badannya dirasa masih sanggup untuk tetap mencari pundi-pundi rupiah. Ia tentu saja ingin berobat ke dokter untuk mengembalikan kondisi matanya, namun karena biaya yang terbatas ia tidak bisa mewujudkannya.

Kebaikan untuk Abah Sidin

Kita tentu saja akan termotivasi dengan perjuangan Abah Sidin. Ia pantang menyerah dalam mencari nafkah meskipun memiliki keterbatasan fisik. Ini bisa menjadi tamparan keras bagi kita semua yang masih saja bermalas-malasan dan merepotkan orang lain. Untuk itu, mulailah bergerak untuk melakukan hal-hal positif. Salah satunya adalah memulai menebar kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita.

Untuk memulai kebaikan, kita bisa menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz. Dengan menggunakan produk asuransi ini, kita bisa memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan terbaik untuk orang-orang terkasih. Kita tidak perlu khawatir dengan biaya perawatan dan juga pengobatan di rumah sakit karena pihak asuransi sudah memberikan biaya tanggungan. Dengan demikian, masa depan pun menjadi lebih terjamin. 

Selain itu, kita juga bisa menyalurkan sebagian dari harta kita melalui fitur wakaf dari Asuransi Syariah Indonesia Allianz. Dengan wakaf, kita bisa membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan lebih secara finansial. Dari dana tersebut, orang-orang yang lebih membutuhkan akan mendapatkan kebaikan dan juga manfaat yang berlimpah. Dengan demikian, Anda pun sudah berpartisipasi untuk menebar manfaat yang tidak terbatas.

Untuk itu, pastikan hari-hari kita di #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan adanya sejuta kebaikan, kita bisa memberikan manfaat tidak terhingga pada sesama. Selain itu, perbuatan baik juga bisa membantu Abah Sidin mendapatkan kebaikan umroh gratis dari Allianz. 

Untuk itu, jadilah orang yang bermanfaat agar bisa memberikan kebahagiaan pada orang-orang di sekitar kita.  Mulailah dari hal-hal kecil karena itu akan berdampak besar bagi orang-orang yang sangat membutuhkan. 

Semoga semangat juang Abah Sidin dalam mencari nafkah juga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

0 komentar:

Posting Komentar